Iklan

SIDAK TIGA HARI, KSOP KARIMUN TURUNKAN 27 PETUGAS: MANIFEST PENUMPANG DAN KELAIKAN KAPAL JADI SASARAN PENGAWASAN

Sabtu, 10 Oktober 2026, Oktober 10, 2026 WIB Last Updated 2026-10-10T10:53:25Z

 


KARIMUN. Suara Inovatif. Com

Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang melayani rute antarpulau di wilayah Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Selama tiga hari, sebanyak 27 petugas diterjunkan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) secara acak terhadap kapal yang beroperasi.


Pengawasan ini menyasar kesesuaian manifest penumpang, jumlah penumpang yang berada di atas kapal, serta kelayakan armada sebelum berlayar. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan operator, nakhoda, dan anak buah kapal (ABK) mematuhi ketentuan keselamatan pelayaran.


Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Muhammad Syaiful, menjelaskan bahwa sidak tersebut merupakan tindak lanjut instruksi pimpinan guna memperketat pengawasan terhadap operasional kapal, khususnya terkait pencatatan dan pelaporan manifest penumpang.


“Ini dilakukan guna memastikan kepatuhan operator, nakhoda, dan ABK terhadap kesesuaian jumlah penumpang yang tercatat dalam manifest dengan kapasitas kapal dan kondisi sebenarnya saat keberangkatan, termasuk pembaruan jumlah penumpang yang naik dan turun. Hal ini akan mendukung keselamatan,” ungkap Syaiful.


Menurutnya, pengawasan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan dokumen sebelum kapal diberangkatkan. Operator juga diarahkan untuk memperbarui data penumpang selama kapal beroperasi, sehingga jumlah penumpang yang tercatat dapat disesuaikan dengan kondisi aktual di lapangan.


Untuk memperoleh gambaran kondisi sebenarnya, petugas juga melakukan pemantauan secara tertutup dengan mengenakan pakaian bebas. Metode ini dilakukan tanpa sepengetahuan agen maupun awak kapal agar pemeriksaan dapat berlangsung secara objektif di lapangan.


“Dalam sidak itu, petugas juga melakukan pemantauan secara diam-diam dengan mengenakan pakaian bebas. Langkah tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan agen maupun awak kapal agar pemeriksaan dapat berlangsung di lapangan,” sebutnya.


Selain memeriksa manifest, petugas memberikan edukasi dan arahan kepada operator serta awak kapal mengenai pentingnya memastikan kelayakan armada sebelum keberangkatan.


“Selain sidak manifest penumpang, petugas juga melakukan edukasi dan memberikan arahan mengenai kelayakan armada atau kapal sebelum berlayar. Hal ini guna memastikan keselamatan para penumpang,” tambah Syaiful.


Seluruh kapal yang dipantau dilaporkan sesuai manifest

Salah satu kapal yang menjadi objek pemantauan adalah SB Satria 18. Berdasarkan data manifest, kapal tersebut mengangkut 34 penumpang dewasa dan tujuh anak-anak, dengan total 41 penumpang.


KSOP Karimun melaporkan bahwa seluruh kapal yang telah dipantau tidak mengangkut penumpang melebihi jumlah yang tercantum dalam manifest. Data penumpang yang dilaporkan juga dinyatakan sesuai dengan hasil pemantauan petugas.


Meski demikian, pengawasan terhadap manifest dan kelayakan kapal tetap menjadi aspek penting dalam menjamin keselamatan pelayaran. Ketepatan data penumpang bukan sekadar urusan administrasi, melainkan bagian dari upaya memastikan jumlah orang di atas kapal diketahui secara akurat, terutama ketika terjadi keadaan darurat.


Sidak tersebut dilakukan pada sejumlah rute keberangkatan dari Karimun menuju Selat Beliah, Buru, Durai, Moro, dan Tanjungbatu.


Syaiful berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kedisiplinan operator kapal dalam menyampaikan laporan manifest serta memastikan data penumpang selalu diperbarui sesuai kondisi sebenarnya.


“Kami berharap melalui sidak ini kepatuhan operator kapal terhadap pelaporan manifest semakin meningkat dan data penumpang dapat terpantau secara akurat,” kata Syaiful mengakhiri.

(Rahotan)

Komentar

Tampilkan

  • SIDAK TIGA HARI, KSOP KARIMUN TURUNKAN 27 PETUGAS: MANIFEST PENUMPANG DAN KELAIKAN KAPAL JADI SASARAN PENGAWASAN
  • 0

Terkini