Karimun.Suara Inovatif.com
Polres Karimun menggelar kegiatan coffee morning bersama insan pers yang disejalankan dengan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, sebagai bentuk sinergi dan kemitraan antara Polri dan media, di Karimun, baru-baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Karimun menegaskan pentingnya peran strategis insan pers sebagai mitra Polri dalam menyampaikan informasi yang objektif, berimbang, dan edukatif kepada masyarakat. Hal itu dinilai penting guna mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif di wilayah Kabupaten Karimun.
“Pers memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang. Sinergitas antara Polri dan insan pers harus terus terjalin dengan baik,” ujar Kapolres Karimun.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Karimun, Rusdi, mengapresiasi langkah Kapolres Karimun yang telah mengundang insan pers dalam perayaan HPN 2026.
Rusdi menyampaikan bahwa HPN merupakan momentum penting untuk meningkatkan kualitas media massa dan insan pers. “HPN adalah momen penting untuk merayakan kebebasan pers dan peranannya dalam masyarakat. Kami mengapresiasi Kapolres Karimun yang telah melibatkan insan pers dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rusdi menegaskan bahwa seorang jurnalis harus bekerja sesuai dengan kode etik jurnalistik dan tidak menyalahgunakan profesinya.
“Seorang jurnalis tidak boleh memaksa, menakuti ataupun memeras. Jangan sampai berurusan dengan hukum. Kita harus fokus pada pemberitaan yang berimbang,” tegasnya.
Ia juga berharap insan pers, khususnya anggota IWO di Kabupaten Karimun, dapat semakin profesional serta terus meningkatkan kualitas dan karya jurnalistiknya.
Menurutnya, Hari Pers Nasional menjadi ajang penting untuk berdiskusi mengenai tantangan dan peluang dunia pers di era digital. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wadah untuk bertukar pandangan dalam meningkatkan kualitas jurnalisme serta mengatasi persoalan integritas dan independensi media.
“Banyak pihak yang menjadi sasaran pemerasan oleh oknum yang tidak berintegritas. Ini merusak citra pers dan kepercayaan publik,” jelas Rusdi.
Ia menambahkan, HPN harus menjadi momentum “bersih-bersih” demi mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pers yang berintegritas.
“Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kode etik, jurnalis diharapkan dapat memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Rusdi. (Rahotan)




