Karimun. Suara Inovatif. Com
Pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Karimun resmi dilantik dalam sebuah acara yang digelar di Gedung Nasional Karimun. Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Karimun, Iskandarsyah.
Ketua FPK Karimun terpilih, Zulkhainen, menyampaikan bahwa keberagaman suku yang tergabung dalam FPK merupakan modal sosial yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah. Menurutnya, kerukunan antar-etnis menjadi fondasi utama dalam menarik minat investasi sekaligus mengembangkan sektor pariwisata di Karimun.
“Pengurus FPK ini terdiri dari berbagai suku. Tujuan kita jelas, yakni mendorong investasi dan pariwisata. Kami berharap pemerintah daerah terus memfasilitasi agar FPK dapat bergerak aktif menciptakan Karimun yang harmoni. Kondisi daerah yang aman dan kondusif menjadi daya tarik tersendiri bagi investor, terutama pelaku usaha internasional,” ujar Zulkhainen.
Ia menegaskan, FPK berkomitmen menjaga stabilitas sosial sebagai “karpet merah” bagi masuknya investasi ke Karimun.
Sementara itu, Bupati Karimun, Iskandarsyah, dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keharmonisan. Ia menilai perbedaan suku dan agama bukanlah hambatan, melainkan kekuatan besar jika dikelola dengan baik.
“Dengan manajemen yang tepat, ini menjadi modal besar untuk membangun daerah,” kata Iskandarsyah.
Ia juga menyinggung tagline daerah, “Melaju dalam Harmoni”, yang menurutnya bukan sekadar slogan, melainkan prinsip dasar pembangunan Karimun. Harmoni sosial, lanjutnya, merupakan syarat utama untuk memaksimalkan potensi daerah.
Secara geografis, Karimun berada di jalur strategis Selat Malaka, salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Posisi ini menjadikan Karimun sebagai wilayah perbatasan yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.
“Jika Karimun kuat, maka Indonesia juga kuat. Di wilayah perbatasan, penguatan sektor ekonomi menjadi prioritas. Potensi yang telah dibangun para pendahulu harus kita lanjutkan demi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Selama ini, Karimun dikenal sebagai daerah dengan tingkat konflik horizontal yang relatif rendah. Hal tersebut dinilai sebagai bukti kuatnya budaya toleransi dan saling menghormati di tengah masyarakat.
Dengan dilantiknya pengurus baru, FPK diharapkan tidak hanya menjadi simbol keberagaman, tetapi juga berperan aktif sebagai jembatan komunikasi antar-paguyuban suku serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial.
“Harapan kita, FPK bisa menjadi motor penggerak dalam menjaga kondusivitas daerah demi masa depan Karimun yang lebih sejahtera,” tutup Iskandarsyah.
Turut hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Bidang Kesejahteraan Rakyat dan Keagamaan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Nurdin Basirun. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif, serta diakhiri dengan sesi foto bersama. (Rahotan)



