Iklan

Tim Pelindung Cagar Budaya Ziarah ke Makam Datuk Laksamana di Bengkalis, Soroti Kondisi Akses dan Situs Sejarah

Selasa, 30 Juni 2026, Juni 30, 2026 WIB Last Updated 2026-06-30T22:08:53Z

 


BENGKALIS. Suara Inovatif. Com


Tim Pelindung Cagar Budaya yang terdiri dari perwakilan Kabupaten Siak, Kota Medan (Sumatera Utara), organisasi kemasyarakatan, LSM, dan insan pers melakukan kunjungan ziarah ke sejumlah situs wisata religi dan cagar budaya di Desa Temiang, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Senin (30/6/2026).


Rombongan dipimpin Ketua Tim Pelindung Cagar Budaya Kabupaten Siak, Tatang Syafrawi, dengan agenda utama berziarah ke Makam Datuk Laksamana serta Makam Datuk Gigi Putih atau yang lebih dikenal sebagai Makam Syekh Abdullah.


Tatang Syafrawi mengatakan, kunjungan tersebut merupakan lanjutan dari kegiatan ziarah yang sebelumnya telah dilakukan ke beberapa makam Datuk di Kabupaten Bengkalis.


"Beberapa waktu lalu kami sudah berziarah ke Makam Datuk Laksamana III dan IV. Saat itu sebenarnya ingin langsung melanjutkan ke Makam Datuk Laksamana I dan II, namun karena hari sudah sore dan kondisi jalan cukup sulit, kami menundanya. Hari ini kami kembali dari Siak untuk menuntaskan ziarah tersebut," ujarnya.


Rombongan tiba di kawasan Bukit Batu sekitar pukul 15.00 WIB atau menjelang Ashar. Setibanya di Makam Syekh Abdullah, mereka membersihkan semak belukar dan rumput yang menutupi akses menuju makam sebelum melaksanakan tahlil, zikir, dan doa bersama yang dipersembahkan untuk para leluhur, termasuk Datuk Laksamana serta Syekh Abdullah.


Usai kegiatan yang berlangsung sekitar satu jam, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Makam Datuk Laksamana I. Namun perjalanan tidak mudah karena minimnya papan petunjuk arah menuju lokasi.


Selain kondisi jalan yang sepi, banyaknya persimpangan tanpa penunjuk arah membuat rombongan beberapa kali harus berhenti untuk menanyakan lokasi kepada warga sekitar.


Meski harus melewati jalan tanah yang sempit dan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, rombongan akhirnya berhasil tiba di Makam Datuk Laksamana I.


"Kami bersyukur akhirnya sampai dan dapat mengirimkan doa kepada almarhum Datuk Laksamana, permaisuri, hulubalang, panglima, dan para pembesar kerajaan yang dimakamkan di lokasi ini," kata Tatang.


Sementara rencana melanjutkan ziarah ke Makam Datuk Laksamana II terpaksa dibatalkan karena waktu sudah menjelang Magrib. Selain itu, warga setempat juga menyarankan agar perjalanan ditunda mengingat kondisi jalan semakin sulit akibat hujan yang turun pada malam sebelumnya.


Dalam kesempatan tersebut, Tatang Syafrawi juga menyampaikan harapannya kepada Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Bengkalis, Reza Pahlevi, serta Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkalis agar dapat memberikan perhatian terhadap kondisi situs-situs sejarah tersebut.


Menurutnya, akses menuju Makam Datuk Laksamana I dan II sangat memprihatinkan. Jalan masih berupa tanah berlumpur, dipenuhi semak belukar, serta belum tersedia papan petunjuk arah yang memadai.


"Kalau orang datang sendiri tentu akan kesulitan bahkan merasa khawatir melewati jalan seperti ini. Selain jalannya rusak, juga tidak ada penunjuk arah di jalan utama maupun di setiap persimpangan," ujarnya.


Hal senada disampaikan Ketua LSM Forkorindo Kabupaten Siak, Syahnurdin, bersama Sekretaris LSM Forkorindo Kabupaten Bengkalis, Zulfahmi, S.Pd.I.


Mereka berharap pemerintah maupun instansi yang membidangi cagar budaya segera melakukan perbaikan terhadap akses jalan, pemasangan papan petunjuk arah, serta pemeliharaan bangunan makam yang mulai rusak.


"Kami melihat bangunan kayu di Makam Datuk Gigi Putih sudah roboh dan semak belukar mulai menutupi area makam. Begitu juga akses menuju Makam Datuk Laksamana I dan II yang masih sangat memprihatinkan. Semoga ini menjadi perhatian pemerintah," ujar mereka.


Menurut mereka, situs-situs sejarah tersebut merupakan warisan penting yang harus dijaga agar generasi mendatang tetap dapat mengenal sejarah perjuangan para leluhur Melayu, khususnya yang memiliki keterkaitan erat dengan Kesultanan Siak.


"Kami khawatir apabila tidak segera dirawat, situs sejarah ini akan semakin rusak dan akhirnya hilang ditelan zaman. Padahal ini adalah bagian dari sejarah daerah yang harus diwariskan kepada anak cucu," tambahnya.


Tatang juga menyatakan pihaknya berencana kembali melakukan ziarah ke Makam Datuk Laksamana II yang belum sempat dikunjungi, sekaligus menelusuri situs-situs sejarah lain di Provinsi Riau yang berkaitan dengan perjalanan Kerajaan Melayu dan Kesultanan Siak.


Berdasarkan pantauan media di lapangan, kondisi akses menuju Makam Datuk Laksamana I dan II memang cukup memprihatinkan. Meski terdapat satu papan penunjuk arah di bagian dalam kawasan, lokasinya cukup jauh dari jalan utama sehingga masih menyulitkan pengunjung. Selain itu, bangunan pelindung di Makam Syekh Abdullah tampak mengalami kerusakan akibat lapuk, sementara area sekitar makam dipenuhi semak belukar.


Kondisi tersebut diharapkan menjadi perhatian pemerintah daerah agar situs-situs cagar budaya dan wisata religi di Kabupaten Bengkalis dapat terawat dengan baik sebagai warisan sejarah bagi generasi mendatang.  (Red)

Komentar

Tampilkan

  • Tim Pelindung Cagar Budaya Ziarah ke Makam Datuk Laksamana di Bengkalis, Soroti Kondisi Akses dan Situs Sejarah
  • 0

Terkini