Rangkaian hujan ekstrem dan cuaca buruk telah menimbulkan banjir dan longsor parah di sejumlah wilayah di provinsi Aceh serta beberapa provinsi di Pulau Sumatra. Bagi banyak warga Aceh, peristiwa ini membangkitkan trauma lama dari bencana tsunami 2004 — ketika gelombang dahsyat menghancurkan banyak kampung pesisir.
Sebagian besar korban rumah kehilangan tempat tinggal; banyak rumah hanyut atau tertimbun material longsor; jalan-jalan rusak parah, membuat akses ke wilayah terdampak nyaris terputus.
Evakuasi dilakukan secara darurat, namun kondisi tetap genting — warga mengungsi ke pos-pos darurat, sementara tim SAR dan relawan terus bekerja mencari korban serta memberikan bantuan.



