Karimun. Suara Inovatif.com
Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Karimun Rusdianto kecam aksi Kabag Humas Kanwil DJBC Khusus Kepri yang melakukan aksi terkesan menghalang-halangi tugas pers untuk meliput kunjungan kerja Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman saat mengecek ke gudang Kanwil DJBC Khusus Kepri.19/1/2026.
Kabag Humas Kanwil DJBC Khusus Kepri sempat melakukan aksi melarang wartawan lokal Karimun untuk ikut masuk ke dalam gudang dengan alasan belum dapat instruksi dari Pak Menteri.
"Saya menilai itu sikap yang diskriminatif dan mengangkangi kebebasan pers, dan kami dari Organisasi Pers IWO Karimun mengecam sikap tersebut," tegas Rusdi, Selasa (20/1/26).
Menurut Rusdi, sepanjang wartawan tersebut bekerja secara profesional, pihak manapun tidak berhak menghalanginya saat bekerja.
"Perilaku seperti ini sudah kesekian kalinya, setiap ada pejabat dari pusat datang,wartawan lokal dibatasi aksesnya dan dihalang-halangi untuk melakukan peliputan, ada apa ini dengan Kanwil DJBC Khusus Kepri?" cetusnya.
Rusdi juga menekankan, wartawan lokal juga punya hak untuk meliput kunjungan pejabat publik dari pusat, agar masyarakat di daerah juga bisa mendapat informasi tentang kunjungan pejabat tersebut.
Dia menegaskan bahwa wartawan pusat maupun lokal sama-sama bekerja di bawah payung Undang-Undang Pers, tinggal bagaimana teknis di lapangan agar kehadiran mereka tetap tertib dan tidak membuat kegaduhan.
"Teman-teman wartawan tersebut menjalankan tugas dilindungi Undang Undang, jadi jangan sampai seenak-enaknya saja bersikap arogan seperti itu," tutup Rusdi yang juga Wakil Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Kepri (Rahotan).



