Iklan

Listrik “Sakit” Sejak 2020, Warga Sungai Daun Terus Dirugikan, PLN Dinilai Tutup Mata

Selasa, 16 Desember 2025, Desember 16, 2025 WIB Last Updated 2025-12-17T04:26:30Z

 


Rokan Hilir. Suara Inovatif. Com


Ironis. Di tengah gencarnya klaim pelayanan prima, ratusan warga Kepenguluan Sungai Daun, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir justru dipaksa hidup dengan listrik “sakit” yang tak kunjung disembuhkan PT PLN (Persero). Sejak 2020 hingga kini, tegangan listrik di wilayah tersebut terus mengalami drop parah, merusak peralatan elektronik warga dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit.


Keluhan warga bukan isapan jempol. Warga RT 018/RW 009 Dusun Pematang Pasir mengaku sudah bertahun-tahun menjadi “korban” listrik bermasalah, tanpa kejelasan tanggung jawab.


“Barang elektronik kami rusak satu per satu. Televisi, kulkas, kipas angin. Kami bayar listrik tepat waktu, tapi kualitas listrik seperti ini. Siapa yang bertanggung jawab?” ujar seorang warga dengan nada geram.


Parahnya, persoalan ini disebut sudah berulang kali dilaporkan secara resmi kepada PLN ULP Bagan Batu. Namun, laporan dan surat warga seolah hanya menjadi tumpukan arsip tanpa arti.


Ketua RT 018/RW 009 Dusun Pematang Pasir, Junedi, menyebut ketidakseriusan PLN dalam menangani masalah ini sebagai bentuk pembiaran.


“Sejak 2020 kami menyurati PLN. Jawabannya selalu sama: menunggu, menunggu, dan menunggu. Sampai sekarang tidak ada perbaikan. Warga terus dirugikan,” tegas Junedi.


Ia menambahkan, petugas PLN di pos jaga Sungai Daun pun mengaku tidak berdaya dan hanya menjadi “penonton” kerusakan listrik di wilayahnya sendiri.


“Petugas bilang menunggu instruksi dari ULP Bagan Batu dan UP3 Dumai. Tapi sampai bertahun-tahun, tidak ada realisasi. Ini sangat mengecewakan,” katanya.


Pantauan Suara Inovatif. Com di lapangan memperkuat keluhan warga. Tegangan listrik tercatat hanya sekitar 160 volt di siang hari dan anjlok hingga 130 volt saat malam hari, jauh di bawah standar kelayakan. Kondisi ini bahkan disaksikan langsung oleh petugas PLN setempat.


Dikonfirmasi terkait hal tersebut, Kepala Teknik PLN ULP Bagan Batu, Hot Maruli Gultom, membenarkan adanya permasalahan tegangan di Sungai Daun. Namun, kembali lagi, jawaban yang disampaikan masih sebatas menunggu.


“Kami sudah menyurati PLN UP3 Dumai dan masih menunggu kepastian,” ujarnya.


Jawaban normatif ini menuai kritik keras dari Pemerhati Listrik Nasional, Bungaran Sinaga, ST. Menurutnya, alasan “menunggu” tidak dapat dibenarkan ketika pelanggan sudah dirugikan selama bertahun-tahun.


“Tegangan drop itu merusak alat elektronik dan jelas melanggar standar pelayanan. Solusinya sederhana, pasang sisip trafo. Tapi anehnya, masalah dibiarkan berlarut-larut,” tegas Bungaran.


Ia bahkan meminta pimpinan pusat PT PLN (Persero) turun tangan dan tidak sekadar menerima laporan di atas meja.


“Kalau sejak 2020 tidak ada penyelesaian, ini patut diduga ada kelalaian serius. Saya minta pimpinan PLN pusat mengevaluasi total dan mencopot pejabat-pejabat yang tidak responsif terhadap penderitaan pelanggan,” tandasnya.


Hingga berita ini diterbitkan, warga Kepenguluan Sungai Daun masih menunggu kehadiran negara melalui PLN. Sementara itu, listrik terus drop, alat elektronik rusak, dan kerugian warga terus bertambah—tanpa kepastian kapan masalah ini akan benar-benar dituntaskan. (Redaksi)

Komentar

Tampilkan

  • Listrik “Sakit” Sejak 2020, Warga Sungai Daun Terus Dirugikan, PLN Dinilai Tutup Mata
  • 0

Terkini