BANDUNG. Suara Inovatif. Com
Membludaknya keluhan masyarakat terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Jawa Barat 2026 membuat Gubernur Dedi Mulyadi turun langsung ke Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Selasa (9/6/2026).
Kedatangan Dedi dipicu banyaknya orang tua calon murid yang mendatangi kantor Disdik Jabar untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi saat mengikuti tahapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB). Mereka mengeluhkan aplikasi yang digunakan dinilai terlalu rumit, membingungkan, dan menyulitkan proses pemetaan maupun pendaftaran.
Sejumlah orang tua mengaku telah berupaya meminta bantuan kepada pihak sekolah. Namun, sekolah disebut memiliki keterbatasan karena seluruh sistem dan pengelolaan aplikasi berada di bawah kendali tingkat provinsi.
Menanggapi kondisi tersebut, Dedi Mulyadi langsung melakukan evaluasi di hadapan tim teknis dan vendor pengelola aplikasi. Ia mempertanyakan kebijakan pengembangan sistem baru yang justru menimbulkan banyak kendala di lapangan.
Menurut Dedi, apabila sistem sebelumnya masih dapat digunakan, seharusnya dilakukan penyempurnaan dan peningkatan fitur, bukan membangun aplikasi baru yang berpotensi menimbulkan persoalan teknis pada tahap awal pelaksanaan.
Selain menyoroti aspek teknis, Dedi juga menekankan pentingnya tata kelola sistem pemerintahan berbasis digital yang terintegrasi. Ia menilai pengelolaan aplikasi pelayanan publik semestinya berada dalam koordinasi instansi yang memiliki kompetensi di bidang teknologi informasi agar pengawasan dan pengembangannya lebih terarah.
Persoalan pelayanan pengaduan juga menjadi perhatian gubernur. Dedi menilai mekanisme penanganan keluhan masyarakat perlu diperbaiki agar lebih dekat dengan warga. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi garda terdepan dalam menerima dan menyelesaikan pengaduan sehingga masyarakat tidak perlu datang berbondong-bondong ke kantor Disdik Provinsi.
“Kenapa tidak dibuka di sekolah? Ini yang dekat orang Bandung saja datang ke sini, bagaimana kalau orang Indramayu?” ujar Dedi saat berdialog dengan jajaran terkait.
Di sisi lain, sejumlah orang tua menyampaikan bahwa mereka berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sistem agar proses penerimaan murid baru dapat berjalan lebih mudah, transparan, dan tidak membingungkan masyarakat.
Menutup kunjungannya, Dedi Mulyadi meminta unsur yang memiliki keahlian di bidang teknologi informasi segera turun tangan membantu penyelesaian berbagai kendala aplikasi. Ia menegaskan bahwa tahapan yang saat ini berlangsung masih berupa PCMB atau pemetaan calon murid, sehingga berbagai kendala yang muncul dapat dijadikan bahan evaluasi sebelum pelaksanaan pendaftaran resmi SPMB yang dijadwalkan dimulai pada 15 Juni 2026.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap proses evaluasi dan penyempurnaan sistem dapat dilakukan secepat mungkin agar pelaksanaan SPMB berjalan lancar dan tidak merugikan calon peserta didik maupun orang tua. (Red)



