Karimun. Suara Inovatif. Com
Kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (PERPADI) Kabupaten Karimun resmi dilantik. Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Nasional Karimun dan dipimpin langsung oleh Ketua DPD PERPADI Kepulauan Riau, Syamsul.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Karimun Iskandarsyah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karimun serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor pangan.
Dalam kesempatan itu, Bupati Karimun Iskandarsyah menegaskan pentingnya membangun kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan PERPADI, khususnya dalam pengelolaan penggilingan serta distribusi beras. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pasokan sekaligus memastikan harga beras tetap terjangkau bagi masyarakat.
Iskandarsyah mengatakan, beras merupakan salah satu komoditas pangan yang memiliki kontribusi signifikan terhadap dinamika inflasi. Kondisi geografis Karimun sebagai wilayah kepulauan juga membuat kelancaran transportasi dan distribusi barang menjadi faktor penting yang tidak dapat diabaikan.
“Melihat kondisi pangan hari ini, keberadaan PERPADI sangat relevan. Kebutuhan beras di Karimun mencapai 2.160 ton per bulan,” ujar Iskandarsyah usai prosesi pelantikan.
Selain mengandalkan pasokan dari luar daerah, Iskandarsyah juga mendorong pengembangan potensi pertanian padi di Karimun. Ia menepis anggapan bahwa wilayah kepulauan tidak memiliki peluang untuk mengembangkan budidaya padi.
Menurutnya, persoalan efisiensi biaya produksi dapat diupayakan melalui penerapan teknologi pertanian dan pengelolaan lahan yang lebih produktif.
“Walaupun kalkulasi pembiayaannya saat ini belum menguntungkan, kita harus mencoba. Dengan sentuhan teknologi, satu hektare lahan sebenarnya bisa menghasilkan hingga 7–8 ton beras,” katanya.
PERPADI Siapkan Jaringan Pasokan
Ketua DPD PERPADI Kepulauan Riau, Syamsul, mengatakan keberadaan organisasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan harga beras, tetapi juga menyangkut kualitas dan keberlanjutan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Syamsul menyebut PERPADI memiliki jaringan penggilingan padi di berbagai wilayah sentra produksi beras nasional yang dapat menjadi bagian dari strategi penguatan pasokan untuk daerah kepulauan, termasuk Karimun
“Kami berharap Pemkab Karimun membuka ruang kerja sama, begitu pula para pengusaha lokal. Kerja sama dengan kelompok tani dan inovasi di sektor pangan perlu terus diperkuat,” ujar Syamsul.
Ia menilai sinergi antara pemerintah, pengusaha penggilingan, pelaku usaha beras dan kelompok tani perlu diperkuat agar rantai pasok pangan dapat berjalan lebih efektif.
PERPADI Karimun Fokus Siapkan SDM
Sementara itu, Ketua DPC PERPADI Karimun terpilih, Ahmad Suhartoni Damanik, mengatakan pihaknya akan memulai langkah kepengurusan dengan memperkuat sumber daya manusia sekaligus mendorong perubahan paradigma masyarakat terhadap potensi budidaya padi di Karimun.
Menurut Ahmad, pengembangan tanaman padi tidak berarti harus memaksa petani hortikultura meninggalkan komoditas yang selama ini mereka usahakan. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana memanfaatkan lahan potensial yang belum produktif agar memberikan nilai tambah.
“Daripada tumbuh lalang, lebih baik tumbuh padi. Paradigma ini yang mulai kita kenalkan. Kita harus mulai dari sekarang untuk mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional yang digagas Presiden RI,” kata Ahmad.
Dengan dikukuhkannya kepengurusan DPC PERPADI Karimun, diharapkan terbuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah daerah, pelaku usaha, kelompok tani dan pemangku kepentingan lainnya dalam memperkuat ketahanan pangan.
Langkah tersebut sekaligus diharapkan mampu menjaga kesinambungan pasokan beras di Karimun, mengurangi kerentanan akibat gangguan distribusi serta mendukung stabilitas harga pangan bagi masyarakat.
(Rahotan)





