Sukabumi.Suara Inovatif Com
Lapas Kelas IIA Warungkiara menunjukkan komitmen kuat pada isu lingkungan dengan menggelar kegiatan penanaman 30 bibit pohon gaharu dalam rangka Gerakan Masyarakat Peduli Lapas, Jumat (09/01/2026). Program ini menggandeng Jaringan Nasional Pemuda Hijau serta berbagai unsur masyarakat sebagai bentuk sinergi nyata antara lembaga pemasyarakatan dan lingkungan sekitar.
Kegiatan ini dihadiri Kepala Lapas Warungkiara bersama jajaran struktural, tokoh masyarakat, hingga Sekretaris Desa Warungkiara. Selain penanaman, Lapas juga menyerahkan pupuk produksi warga binaan sebagai dukungan terhadap keberlanjutan program penghijauan yang diusung organisasi kepemudaan tersebut.
Kepala Lapas menegaskan bahwa aksi penghijauan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab institusi.
“Ini komitmen, bukan seremoni. Lapas Warungkiara membuka diri untuk kolaborasi yang membawa manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.
Ketua Jaringan Nasional Pemuda Hijau, Dani, menilai langkah Lapas Warungkiara sebagai contoh sinergi positif.
“Kolaborasi seperti ini yang dibutuhkan. Kepala Lapas memberi ruang dan dukungan penuh untuk gerakan peduli lingkungan,” ujarnya.
Tokoh masyarakat, Bapak Doudou, menambahkan bahwa warga siap mendukung aktivitas Lapas, terutama yang berdampak langsung pada kelestarian lingkungan.
“Selama membawa manfaat, masyarakat ada di belakang Lapas,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Warungkiara menegaskan posisinya sebagai institusi yang tak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong pembangunan lingkungan berkelanjutan. (Red)



