BANDUNG. Suara Inovatif. Com
Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat yang digelar pada 12–13 Agustus 2026 di Hotel Horison Ultima Bandung akhirnya menuntaskan proses pemilihan kepemimpinan organisasi untuk periode 2026–2031.
Hasil konferensi menempatkan Tantan Sulthon sebagai peraih suara terbanyak. Ia mengantongi 444 suara, sementara kandidat lainnya, Hardiansyah, memperoleh 247 suara. Terdapat dua suara absen dan enam suara dinyatakan tidak sah.
Dengan hasil tersebut, Tantan Sulthon memperoleh mandat untuk memimpin PWI Jawa Barat selama lima tahun ke depan.
Selisih 197 suara bukan sekadar angka dalam lembar penghitungan. Perolehan tersebut menjadi gambaran besarnya kepercayaan peserta konferensi kepada Tantan untuk membawa organisasi menghadapi perubahan besar dalam dunia pers dan perkembangan teknologi informasi.
Namun, kemenangan juga berarti tanggung jawab.
Mandat yang besar akan berhadapan dengan tuntutan yang tidak kalah besar: bagaimana menjadikan PWI Jawa Barat lebih solid, profesional, adaptif terhadap perubahan zaman, sekaligus mampu memberikan manfaat nyata bagi para anggotanya.
Bukan Sekadar Menang, tetapi Membuktikan
Tantan Sulthon bukan nama baru di lingkungan PWI Jawa Barat. Sebelumnya, ia dipercaya menjabat sebagai Sekretaris PWI Jawa Barat periode 2021–2026.
Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk menjalankan roda organisasi. Tetapi setelah konferensi berakhir, ukuran keberhasilan bukan lagi seberapa besar suara yang diperoleh, melainkan seberapa jauh mandat tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan dan kerja nyata.
Dalam agenda yang ditawarkan kepada peserta konferensi, Tantan membawa sejumlah program strategis, antara lain peningkatan kompetensi wartawan, penguatan perlindungan profesi, peningkatan kesejahteraan anggota dan transformasi organisasi menghadapi perkembangan teknologi digital.
Ia juga menaruh perhatian terhadap penguasaan teknologi oleh wartawan, mulai dari kecerdasan buatan atau AI, video, podcast, media sosial hingga berbagai bentuk jurnalisme digital.
Penguatan jejaring organisasi juga menjadi bagian dari agenda yang ditawarkan melalui kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, BUMN, dunia usaha serta komunitas.
Salah satu program yang cukup menonjol adalah komitmen membuka kembali 1.000 UKW gratis, memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, memperbanyak pelatihan serta memperkuat perlindungan profesi bagi wartawan.
Kini, program tersebut berada di depan mata. Publik dan anggota PWI tentu akan menunggu sejauh mana gagasan tersebut dapat diwujudkan.
PWI Bekasi Raya: Saatnya Bersatu
Terpilihnya Tantan Sulthon mendapat ucapan selamat dari PWI Bekasi Raya.
Ketua PWI Bekasi Raya, Ade Muksin, S.H., menilai konferensi telah memberikan keputusan demokratis yang harus dihormati seluruh keluarga besar PWI Jawa Barat.
“PWI Bekasi Raya mengucapkan selamat kepada Saudara Tantan Sulthon atas terpilihnya sebagai Ketua PWI Jawa Barat periode 2026–2031. Semoga amanah dalam menjalankan tanggung jawab besar ini dan mampu membawa PWI Jawa Barat semakin solid, profesional serta semakin dekat dengan kepentingan anggota,” ujar Ade.
Menurut Ade, kompetisi dalam konferensi merupakan bagian dari dinamika organisasi. Perbedaan pilihan tidak boleh menjadi alasan untuk mempertahankan sekat setelah proses pemilihan selesai.
“Konferensi sudah selesai, proses demokrasi sudah menghasilkan keputusan. Sekarang saatnya seluruh keluarga besar PWI Jawa Barat kembali bersatu. Yang kita perjuangkan bukan lagi kepentingan kelompok atau kandidat, tetapi kemajuan organisasi dan marwah profesi wartawan,” tegasnya.
Ade mengingatkan bahwa 444 suara merupakan mandat sekaligus amanah.
“Mandat 444 suara adalah kepercayaan yang besar. Karena itu, kami berharap kepemimpinan Tantan tidak berhenti pada program dan janji saat konferensi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan program yang memberikan manfaat bagi wartawan,” katanya.
PWI Bekasi Raya menyatakan siap bersinergi dengan kepengurusan baru sepanjang kebijakan yang dijalankan berorientasi pada kepentingan organisasi dan anggota.
“Kami siap bersinergi. PWI Bekasi Raya merupakan bagian dari keluarga besar PWI Jawa Barat. Selama program yang dijalankan bertujuan memperkuat organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan dan menjaga marwah pers, tentu kami akan memberikan dukungan,” ungkap Ade.
Ia juga meminta kepengurusan baru tidak membangun jarak dengan PWI kabupaten dan kota.
“Jangan ada lagi sekat setelah konferensi. Semua daerah harus dirangkul dan diberikan ruang untuk berkembang. PWI Jawa Barat harus menjadi rumah bersama bagi seluruh wartawan anggota PWI,” tandasnya.
Setelah Konferensi, Pembuktian Dimulai
Kemenangan Tantan Sulthon dengan selisih 197 suara memang memberikan modal politik organisasi yang kuat. Tetapi mandat besar selalu datang bersama ekspektasi yang besar pula.
Dunia jurnalistik sedang bergerak cepat. Teknologi digital mengubah pola produksi dan distribusi berita. Kecerdasan buatan mulai masuk ke ruang redaksi. Sementara itu, persoalan kompetensi, kesejahteraan, perlindungan hukum dan profesionalisme wartawan masih menjadi pekerjaan rumah yang harus dijawab.
Dalam situasi tersebut, PWI Jawa Barat membutuhkan kepemimpinan yang bukan hanya mampu mengelola struktur organisasi, tetapi juga mampu membaca perubahan dan mengambil langkah konkret.
Karena itu, 444 suara harus menjadi awal kerja, bukan akhir perjuangan.
Tantan kini memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa kemenangan dalam konferensi dapat berubah menjadi kemenangan organisasi: kemenangan bagi profesionalisme wartawan, perlindungan profesi, kesejahteraan anggota dan kemajuan pers Jawa Barat.
Konferensi telah selesai. Pilihan telah ditentukan. Mandat telah diberikan.
Kini saatnya bekerja, merangkul seluruh elemen, dan membuktikan bahwa kepercayaan 444 suara benar-benar mampu melahirkan PWI Jawa Barat yang lebih solid, profesional, independen, berintegritas dan bermartabat.
(Ronald Manurung)



