Karimun. Suara Inovatif. Com
Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 Ikatan Wartawan Online (IWO), Pengurus Daerah (PD) IWO Kabupaten Karimun bakal menggelar kegiatan bakti sosial dan aksi bersih-bersih di sejumlah tempat ibadah dalam waktu dekat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya IWO Kabupaten Karimun menerjemahkan tema HUT ke-14, “Profesionalisme Wartawan IWO, Berdampak Bagi Kebaikan Bangsa”, bukan hanya melalui karya jurnalistik, tetapi juga lewat kepedulian dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Ketua PD IWO Kabupaten Karimun, Rusdianto, mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian insan pers terhadap lingkungan sekaligus sarana mempererat hubungan antara wartawan dengan masyarakat.
Menurutnya, wartawan tidak hanya dituntut menyampaikan informasi secara akurat, berimbang dan bertanggung jawab, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Momentum HUT ke-14 IWO kami jadikan sebagai kesempatan untuk berbagi dan berbuat nyata. Melalui bakti sosial dan aksi bersih di tempat-tempat ibadah, kami ingin menunjukkan bahwa profesionalisme wartawan juga dapat diwujudkan melalui kepedulian sosial dan kontribusi positif bagi masyarakat,” ujar Rusdianto, Sabtu (8/8).
Ia menegaskan, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda internal organisasi. Lebih dari itu, aksi sosial tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan, toleransi serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di Kabupaten Karimun.
JAGA INDEPENDENSI, JANGAN KEHILANGAN MARWAH PERS
Di tengah derasnya arus informasi digital, Rusdianto menilai profesionalisme dan integritas menjadi modal penting bagi wartawan dalam mempertahankan kepercayaan masyarakat.
Karena itu, momentum HUT ke-14 IWO juga menjadi pengingat bagi seluruh wartawan untuk tetap menjaga independensi, mengedepankan verifikasi, serta menyajikan informasi secara akurat dan berimbang.
“Kami ingin IWO terus hadir dengan karya jurnalistik yang berkualitas, sekaligus memberikan dampak positif di tengah masyarakat. Pers harus tetap independen, kritis, berimbang dan berpihak pada kepentingan publik,” tegasnya.
Menurut Rusdianto, kepedulian sosial tidak boleh dimaknai sebagai pengganti tugas utama wartawan. Kegiatan sosial merupakan bentuk kontribusi tambahan, sedangkan kerja jurnalistik yang profesional tetap menjadi fondasi utama organisasi pers.
IWO sendiri merupakan organisasi profesi wartawan yang bekerja di media online dan bukan organisasi sosial politik. Organisasi tersebut dijalankan dengan prinsip independen, demokratis dan terbuka.
IWO didirikan pada 8 Agustus 2012 pukul 17.00 WIB di Jakarta oleh 22 wartawan dari berbagai media online sebagai pendiri sekaligus pendeklarasi.
Memasuki usia ke-14, IWO terus meneguhkan visi untuk mewujudkan kebebasan pers yang profesional dan sejahtera dengan menjunjung tinggi asas demokrasi.
Misi organisasi antara lain memperjuangkan hak publik untuk memperoleh informasi yang akurat, akuntabel dan berimbang; meningkatkan profesionalisme serta integritas wartawan online; memperjuangkan kesejahteraan wartawan; dan mendukung penegakan demokrasi.
HUT KE-14 HARUS PUNYA DAMPAK
Bagi PD IWO Kabupaten Karimun, peringatan HUT ke-14 tahun ini diharapkan tidak terjebak menjadi seremoni tahunan semata.
Bakti sosial dan aksi bersih tempat ibadah menjadi salah satu cara untuk menunjukkan bahwa keberadaan insan pers dapat memberikan manfaat langsung bagi lingkungan dan masyarakat.
Namun di balik kegiatan sosial tersebut, tantangan yang jauh lebih besar tetap berada di ruang redaksi: menjaga independensi, menguji fakta, berani mengungkap persoalan publik, sekaligus memberikan ruang yang adil bagi pihak yang diberitakan untuk memberikan klarifikasi.
Dengan demikian, HUT ke-14 IWO bukan sekadar penanda bertambahnya usia organisasi. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kembali marwah pers: independen dalam sikap, profesional dalam karya, kritis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial, serta nyata memberikan dampak positif bagi masyarakat.
(Rahotan)



