Iklan

SPMB atau Panggung Manipulasi? LSM KAMPAK-RI Soroti Dugaan Permainan Data di SMKN 1 dan SMKN 15 Kota Bekasi

Senin, 03 Agustus 2026, Agustus 03, 2026 WIB Last Updated 2026-08-03T10:28:24Z

 


KOTA BEKASI. Suara Inovatif. Com


Aroma dugaan ketidakberesan dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Bekasi kembali mencuat. Kali ini, Dewan Pimpinan Daerah Jawa Barat Lembaga Swadaya Masyarakat Komite Anti Mafia Peradilan dan Korupsi Republik Indonesia (LSM KAMPAK-RI) mengungkap sejumlah temuan yang dinilai janggal pada proses seleksi jalur domisili di SMKN 1 Kota Bekasi dan SMKN 15 Kota Bekasi.


Ketua DPD Jawa Barat LSM KAMPAK-RI, Indra Pardede, menyatakan pihaknya menemukan sejumlah data yang diduga menunjukkan adanya perubahan informasi pendaftar yang berpotensi memengaruhi hasil seleksi. Menurutnya, temuan tersebut telah disampaikan melalui surat klarifikasi kepada pihak sekolah, namun hingga berita ini disusun belum diperoleh tanggapan resmi.


"Temuan kami menunjukkan adanya sejumlah kejanggalan yang patut dipertanyakan. Karena itu kami meminta penjelasan resmi dari pihak sekolah agar masyarakat memperoleh kepastian dan transparansi," ujar Indra Pardede.


Dugaan Kejanggalan di SMKN 1 Kota Bekasi

LSM KAMPAK-RI menyebut menemukan data calon peserta didik pada tahap PCMB Jalur Domisili yang tercatat memiliki nilai skor jarak 40.442,11 meter pada beberapa pilihan program keahlian, antara lain:

Desain Komunikasi Visual.

Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.

Busana.

Menurut Indra, pada tahap awal status pendaftar tersebut disebut belum terpetakan. Namun pada Tahap II, pendaftar yang sama kembali mengikuti seleksi melalui jalur domisili pada Program Keahlian Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) dengan jarak akhir 846,91 meter dan dinyatakan lulus.


Perubahan data tersebut, menurut KAMPAK-RI, perlu dijelaskan secara terbuka karena dinilai dapat menimbulkan pertanyaan mengenai mekanisme verifikasi data serta validitas titik koordinat yang digunakan dalam proses seleksi.


Dugaan Perubahan Titik Koordinat di SMKN 15 Kota Bekasi

Tak hanya SMKN 1, dugaan serupa juga diarahkan kepada panitia SPMB SMKN 15 Kota Bekasi.

LSM KAMPAK-RI mengaku menemukan data calon peserta didik yang pada tahap PCMB Jalur Domisili Program Keahlian Teknik Ketenagalistrikan memiliki jarak 875,10 meter, namun pada Tahap II kembali mendaftar pada Program Keahlian Teknik Mesin dengan jarak akhir 63,32 meter dan dinyatakan lulus.


Menurut Indra Pardede, perubahan jarak yang sangat signifikan tersebut perlu mendapat penjelasan resmi dari panitia karena dikhawatirkan menimbulkan dugaan adanya perubahan titik koordinat yang tidak sesuai prosedur.


"Kami menduga terdapat indikasi manipulasi data koordinat yang berpotensi menguntungkan pihak tertentu. Namun dugaan ini tentu harus dibuktikan melalui pemeriksaan oleh instansi yang berwenang," tegasnya.


Desak Audit Menyeluruh

LSM KAMPAK-RI mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Inspektorat, serta Aparat Penegak Hukum untuk melakukan audit terhadap seluruh proses seleksi SPMB di sekolah yang menjadi sorotan.


Menurut Indra, apabila ditemukan adanya pelanggaran administratif maupun penyalahgunaan kewenangan, maka proses tersebut harus ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku demi menjaga integritas sistem penerimaan peserta didik. (Ronald/Rusben)

Komentar

Tampilkan

  • SPMB atau Panggung Manipulasi? LSM KAMPAK-RI Soroti Dugaan Permainan Data di SMKN 1 dan SMKN 15 Kota Bekasi
  • 0

Terkini